Metode Pendidikan Politik dan Pendekatan Andragogi Menyonsong Pilkada Serentak Provinsi Jambi  



Rabu, 27 November 2019 - 14:49:59 WIB



Oleh: Wandi, S.Hum, M.A

 

Perlu untuk diketahui pada bulan September 2020 mendatang, Provinsi Jambi akan melakukan Pilkada serentak di 5 Daerah di Jambi, dan hampir semua media cetak dan online sudah menginformasikan berita tersebut.

Adapun daerah yang akan melaksanakan Pilkada di Provinsi Jambi antara lain, Kabupaten Batanghari, Sungai Penuh, Bungo, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur serta Pilkada Gubernur Jambi.

Setelah sukses pada pesta demokrasi Pemilu 2019, masyarakat Jambi kembali di hadapkan pada pilkada serentak September 2020 mendatang. Melihat jumlah angka partisipasi pemilu di Jambi pada pemilu serentak 2019 berada di angka 81, 77%, lebih jauh dari itu berarti sekitar 18,23 % yang masih memilih Golongan Putih (Golput), Sumber KPU Jambi.

Menurut Dwira Kharisma, Partisipasi politik dalam sebuah Negara demokrasi merupakan sesuatu yang subtansial. Salah satu alasan mendasar terkait hal tersebut adalah karena salah satu indikator kualitas demokrasi ditentukan oleh tinggi rendah serta bagaimana partisipasi politik tersebut dilakukan.

Partisipasi adalah kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, antara lain dengan jalan memilih pemimpin Negara dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi Negara tersebut.

Seperti dua sisi mata uang partisipasi politik dan pendidikan politik adalah satu batang tubuh yang saling menguatkan dimana pemahaman dan manifestasi pendidikan politik akan sangat dipengaruhi cara pandang seseorang atau kelompok. Dalam realitas pemahaman dan realitas pendidikan politik sering dibatasi dengan pemahaman tunggal, yaitu formal politik.

Misalnya, politik dipahami dengan kekuasaan, pemerintahan, Negara, konstitusi, partai politik dan pemilihan umum. Kesadaran politik warga bangsa diwujudkan dengan keterlibatan atau partisipasi mereka dalam pemilihan anggota wakil rakyat dan eksekutif. (Fuad Fakhrudin).

Sejatinya pendidikan politik guna menyongsong pilkada serentak provinsi Jambi harus dilakukan, demi meningkatnya pemilu partisipasif tentu dengan segala pengawasan di dalamnya. Selain itu, pendidikan politik itu sangat penting dengan berlandaskan pada UU. No. 22 tahun 2008 pasal 31 tentang fungsi partai politik untuk memberikan pendidikan politik, diantara.

Meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban masyarakat dalam kehidupan bermasyakarat, berbangsa dan bernegara.

Meningkatkan partisipasi politik dan inisiatif masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Meningkatkan kemandirian, kedewasaan dan membangun kesatuan  bangsa dalam dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk itu besar harapan kita sebagai warga dengan berharap kepada partai politik untuk memberikan andil besar dalam pendidikan politik dewasa ini, mungkin untuk dalam skala yang lebih besar kita sama-sama berharap kepada orang-orang yang berkepentingan untuk mensukseksan pilkada provinsi Jambi, demi terpilihnya putra-putra terbaik bangsa untuk memimpin provinsi Jambi kedepan. 

Metode Pendidikan Politik dalam Mengawas  Pilkada di Provinsi Jambi

Metode berasal dari bahasa Yunani methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah. maka, metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan khususnya dalam bidang pendidikan politik dalam pengawasan pemilu partisipasif terus bertambah.

Pengertian Metode Pendidikan Politik secara umum adalah cara/proses yang dilakukan oknum politik dengan upaya pemahaman dan pengalaman nilai dan simbol politik kepada masyarakat umum.

Pendidikan politik tidak dibatasi dalam pengertian formal politik, seperti keterlibatan dalam kampanye partai politik dan memberikan suara dalam kampanye partai politik dan memberikan suara dalam pemilihan umum atau pilkada (Adelabu dan Akinsolu, 2009: Orit 2004).

Pendidikan politik  memberikan seorang pengetahuan dan keterampilan untuk memahami persoalan politik dalam pengertian luas, termasuk pengakuan dan perhargaan terhadap keragaman nilai sosial dan politik yang dianut seseorang dan kelompok (komunitas).

Pendidikan politik menumbuhkan keterlibatan seseorang dalam diskusi politik dengan banyak orang, melakukan deliberasi tentang persoalan-persoalan kehidupan lainnya (luas). Pendidikan politik juga membuat seseorang mampu memberi pengaruh terhadap orang-orang tentang persoalan politik (Adelabu dan Akinson: 2009, Clarke 2007: Davies 2005.

Dikutip dalam laman Jamberita pada tanggal 15 November 2019 menyebutkan“ Kesadaran masyarakat atas kedaulatan yang dimiliki dalam proses demokrasi nyatanya masih rendah.

Kerendahan kesadaran tersebut salah satu pemicunya adalah minimnya pengetahuan rakyat mengenai demokrasi, pemilu dan pengawasan pemilu. Berangkat dari penjelasan diatas tadilah hemat penulis pendidikan politik harus digalakkan demi tercapainya pilkada provinsi Jambi yang berkualitas. Berikut Metode Pendidikan Politik yang bisa diterapkan demi menyongsong pilkada provinsi Jambi yang berkualitas.

Adakan sosialisasi Politik, untuk kalangan akar rumput agar mereka lebih mengetahui siapa bakal calon yang betul-betul berkualitas.

Adakan seminar-seminar pendidikan politik yang berorintasi dengan pengawasan pemilu partisipasif, diharapkan dengan pemahaman pendidikan politik tadi. Masyarakat luas lebih antusias dalam mengawasi pastisipasi pemilu.

Adakan Musyawarah besar yang berkaitan dengan pendidikan politik yang juga beriontasi pada pentingnya berpartisipasi dalam pemilu.

Bentuk organisasi yang beriontasi pada pengawasan pemilu partisipasif  dalam pendidikan politik

Bangun komunitas politik yang turut serta mencerdaskan bangsa khususnya dalam politik, agar melahirkan para politisi-politisi yang berintegritas.

Pendekatan Andragogi Pilkada Serentak Jambi

Istilah andragogi adalah suatu teori mengenai cara mengajar orang dewasa atau generasi milenial. Istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani yaitu andr yang berarti orang dewasa dan agogos berarti memimpin dan membimbing. Maka dengan demikian andragogi dirumuskan sebagai suatu ilmu dan seni dalam membantu orang dewasa belajar.

Berbicara mengenai pembelajaran atau pendidikan orang dewasa, tentu harus di fahami dengan tafsir yang luas, bukan hanya sekedar mengajarkan orang dewasa atau generasi milenial pandai membaca dan menulis,

Tetapi lebih jauh kita ingin melihat bagaimana orang dewasa atau generasi milineal memilih calon pemimpin yang baik dan ikut mengawasi segala bentuk gerak-gerik tentang pilkada provinsi Jambi. Pendekatan andragogi dalam hal mengawasi pemilu yang rentan sekali dengan pelanggaran ini dipilih karena beberapa asumsi yaitu:

Pertama, Generasi Milenial memiliki konsep diri sebagai pribadi yang mandiri, artinya bahwa ia memandang dirinya sudah mampu untuk sepenuhnya mengatur dirinya sendiri.

Kedua, generasi milenial memiliki banyak pengalaman yang cendrung berbeda sebagai akibat dari latar belakang kehidupannya.

Ketiga, generasi milenial memiliki kesiapan tertentu untuk belajar.

Keempat, generasi milenialcendrung untuk mempunyai pespektif untuk secepatnya mengaplikasikan apa yang mereka pelajari, diharapkan dari semua point tersebut generasi milenial dapat ikut berpartisipasi dalam pengawasan pemilu tentu dengan metode pendidikan politik seperti yang dikemukakan diatas.

Sebagai sebuah proses pembelajaran (andragogi) maka pengembangan masyarakat untuk pengawasan partisipasi politik penting untuk meletakkan asumsi-asumsi perubahan yang sarat dengan muatan nilai-nilai pendidikan atau pembelajaran khususnya dalam metode pendidikan politik.

Pertama, kita tidak dapat merubah masyarakat secara langsung, akan tetapi kita hanya dapat membantu merubah diri meraka sendiri.

Kedua, perubahan menggunakan konsep diri yang positif yaitu suatu perencanaan diri bahwa dirinya berkeinginan melakukan perubahan dan mampu melakukan perubahan.

Ketiga, orang akan termotivasi untuk melibatkan diri dalam kegiatan pengembangan (belajar) apabila pengembangan itu memenuhi kehidupan minatnya.

Keempat, setiap generasi milenial mengharapkan agar mereka dapat mengarahkan perubahan sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Hemat penulis pendekatan andragogi dapat dipilih dan diterapkan untuk pengawasan pemilu di provinsi Jambi ini, karena dengan media cara belajar yang tepat dan segenap pemangku kebijakan khususnya bergerak dibidang pilkada bisa memakai pendekatan tersebut untuk mengaet kaum milenial khususnya mereka yang sudah dewasa bisa menentukan pilihan.

Tentunya lebih baik lagi jika dikaitnya dengan metode pendidikan politik yang tepat. Agar terciptanya pengawasan pemilu yang lebih baik, dan generasi milenial lebih melek politik serta tidak gampang di mobilisasi oleh kepentingan onkum politik tertentu,  lebih jauh dari itu besar harapan agar dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas di negeri sepucuk jambi sembilan lurah ini, semoga… 

 

Penulis adalah: Dosen, dan Pendiri Komunitas Menulis Al-Mujaddid di STIES Al-Mujaddid, Kabupaten, Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Alumni Pascasarjana UIN Yogyakarta.



Artikel Rekomendasi